Blog

  • Target 165 Hari Polda Sumsel Bangun Gedung Pelayanan BPKB Berbasis Teknologi Terkini

    Target 165 Hari Polda Sumsel Bangun Gedung Pelayanan BPKB Berbasis Teknologi Terkini

     

    Jakarta – Polda Sumatera Selatan (Sumsel) mengadakan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Gedung Pelayanan BPKB Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel.
    Pembangunan gedung ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan pelayanan administrasi kendaraan bermotor yang lebih modern, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, sekaligus mendukung penguatan sistem penegakan hukum berbasis elektronik di Indonesia.

    Acara ini turut dilengkapi dengan penyerahan secara simbolis sertifikat tanah hibah seluas 1,2 hektare dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel kepada Kapolda Sumsel, Irjen Pol. Sandi Nugroho. Gedung Pelayanan BPKB ini akan dibangun dengan total luas bangunan seluas 1.844 meter persegi, yang ditargetkan rampung pada 10 Desember 2026.

    Mewakili Gubernur Sumsel Herman Deru, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel, Edward Candra yang hadir langsung bersama jajaran Forkopimda dan tokoh agama, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif kolaboratif ini.

    “Penyerahan sertifikat hibah lahan seluas 1,2 hektare ini merupakan wujud komitmen dan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terhadap kinerja kepolisian. Kami menaruh harapan besar, berdirinya Gedung Pelayanan BPKB Prototype ini nantinya tidak hanya mempercepat dan mempermudah proses birokrasi, tetapi juga memberikan kenyamanan maksimal bagi masyarakat Sumatera Selatan yang mengurus administrasi kendaraannya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (7/8/2026).

    Komitmen tegak lurus antara pembangunan fasilitas dan pelayanan yang merakyat ini ditegaskan kembali oleh Kabidhumas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mumin Wiajaya.

    “Sesuai dengan arahan Bapak Kapolda, pembangunan fasilitas fisik yang megah ini harus berbanding lurus dengan peningkatan kualitas empati dan pengabdian kita. Pembagian bantuan sosial hari ini adalah pesan moral yang kuat bahwa di balik inovasi sistem pengarsipan dan modernisasi gedung yang kita bangun, tugas sejati Polri adalah menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan yang selalu hadir menjawab kesulitan warga,” katanya.

    Acara ini juga diselingi penyerahan bantuan sosial dalam 20 buah boks kontainer dari Polri yang menyasar masyarakat kurang mampu. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada enam tokoh masyarakat.

    Selain itu, inovasi mobilitas layanan juga ditunjukkan melalui pemberian kendaraan operasional dari Dirlantas Polda Sumsel kepada Satlantas Polrestabes Palembang.

    Lebih lanjut, peletakan batu pertama ini bukan sekadar penanda dimulainya sebuah konstruksi bangunan, melainkan sebuah fondasi bagi transformasi pelayanan kepolisian yang lebih modern, transparan, dan berpusat pada masyarakat. Ketika infrastruktur yang mumpuni dikawinkan dengan empati sosial yang tinggi, kehadiran institusi Polri di Bumi Sriwijaya dipastikan akan semakin mengakar dan dirasakan manfaat nyatanya oleh seluruh lapisan masyarakat.

  • Target 165 Hari Polda Sumsel Bangun Gedung Pelayanan BPKB Berbasis Teknologi Terkini

    Target 165 Hari Polda Sumsel Bangun Gedung Pelayanan BPKB Berbasis Teknologi Terkini

     

    Jakarta – Polda Sumatera Selatan (Sumsel) mengadakan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Gedung Pelayanan BPKB Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel.
    Pembangunan gedung ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan pelayanan administrasi kendaraan bermotor yang lebih modern, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, sekaligus mendukung penguatan sistem penegakan hukum berbasis elektronik di Indonesia.

    Acara ini turut dilengkapi dengan penyerahan secara simbolis sertifikat tanah hibah seluas 1,2 hektare dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel kepada Kapolda Sumsel, Irjen Pol. Sandi Nugroho. Gedung Pelayanan BPKB ini akan dibangun dengan total luas bangunan seluas 1.844 meter persegi, yang ditargetkan rampung pada 10 Desember 2026.

    Mewakili Gubernur Sumsel Herman Deru, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel, Edward Candra yang hadir langsung bersama jajaran Forkopimda dan tokoh agama, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif kolaboratif ini.

    “Penyerahan sertifikat hibah lahan seluas 1,2 hektare ini merupakan wujud komitmen dan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terhadap kinerja kepolisian. Kami menaruh harapan besar, berdirinya Gedung Pelayanan BPKB Prototype ini nantinya tidak hanya mempercepat dan mempermudah proses birokrasi, tetapi juga memberikan kenyamanan maksimal bagi masyarakat Sumatera Selatan yang mengurus administrasi kendaraannya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (7/8/2026).

    Komitmen tegak lurus antara pembangunan fasilitas dan pelayanan yang merakyat ini ditegaskan kembali oleh Kabidhumas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mumin Wiajaya.

    “Sesuai dengan arahan Bapak Kapolda, pembangunan fasilitas fisik yang megah ini harus berbanding lurus dengan peningkatan kualitas empati dan pengabdian kita. Pembagian bantuan sosial hari ini adalah pesan moral yang kuat bahwa di balik inovasi sistem pengarsipan dan modernisasi gedung yang kita bangun, tugas sejati Polri adalah menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan yang selalu hadir menjawab kesulitan warga,” katanya.

    Acara ini juga diselingi penyerahan bantuan sosial dalam 20 buah boks kontainer dari Polri yang menyasar masyarakat kurang mampu. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada enam tokoh masyarakat.

    Selain itu, inovasi mobilitas layanan juga ditunjukkan melalui pemberian kendaraan operasional dari Dirlantas Polda Sumsel kepada Satlantas Polrestabes Palembang.

    Lebih lanjut, peletakan batu pertama ini bukan sekadar penanda dimulainya sebuah konstruksi bangunan, melainkan sebuah fondasi bagi transformasi pelayanan kepolisian yang lebih modern, transparan, dan berpusat pada masyarakat. Ketika infrastruktur yang mumpuni dikawinkan dengan empati sosial yang tinggi, kehadiran institusi Polri di Bumi Sriwijaya dipastikan akan semakin mengakar dan dirasakan manfaat nyatanya oleh seluruh lapisan masyarakat.

  • Polda dan Pemprov Sumsel Perkuat Sinergi Bangun Gedung BPKB Prototype Dengan Konsep Modern

    Polda dan Pemprov Sumsel Perkuat Sinergi Bangun Gedung BPKB Prototype Dengan Konsep Modern

     

    Jakarta – Polda Sumatera Selatan (Sumsel) mengadakan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Gedung Pelayanan BPKB Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel.
    Pembangunan gedung ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan pelayanan administrasi kendaraan bermotor yang lebih modern, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, sekaligus mendukung penguatan sistem penegakan hukum berbasis elektronik di Indonesia.

    Acara ini turut dilengkapi dengan penyerahan secara simbolis sertifikat tanah hibah seluas 1,2 hektare dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel kepada Kapolda Sumsel, Irjen Pol. Sandi Nugroho. Gedung Pelayanan BPKB ini akan dibangun dengan total luas bangunan seluas 1.844 meter persegi, yang ditargetkan rampung pada 10 Desember 2026.

    Mewakili Gubernur Sumsel Herman Deru, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel, Edward Candra yang hadir langsung bersama jajaran Forkopimda dan tokoh agama, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif kolaboratif ini.

    “Penyerahan sertifikat hibah lahan seluas 1,2 hektare ini merupakan wujud komitmen dan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terhadap kinerja kepolisian. Kami menaruh harapan besar, berdirinya Gedung Pelayanan BPKB Prototype ini nantinya tidak hanya mempercepat dan mempermudah proses birokrasi, tetapi juga memberikan kenyamanan maksimal bagi masyarakat Sumatera Selatan yang mengurus administrasi kendaraannya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (7/8/2026).

    Komitmen tegak lurus antara pembangunan fasilitas dan pelayanan yang merakyat ini ditegaskan kembali oleh Kabidhumas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mumin Wiajaya.

    “Sesuai dengan arahan Bapak Kapolda, pembangunan fasilitas fisik yang megah ini harus berbanding lurus dengan peningkatan kualitas empati dan pengabdian kita. Pembagian bantuan sosial hari ini adalah pesan moral yang kuat bahwa di balik inovasi sistem pengarsipan dan modernisasi gedung yang kita bangun, tugas sejati Polri adalah menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan yang selalu hadir menjawab kesulitan warga,” katanya.

    Acara ini juga diselingi penyerahan bantuan sosial dalam 20 buah boks kontainer dari Polri yang menyasar masyarakat kurang mampu. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada enam tokoh masyarakat.

    Selain itu, inovasi mobilitas layanan juga ditunjukkan melalui pemberian kendaraan operasional dari Dirlantas Polda Sumsel kepada Satlantas Polrestabes Palembang.

    Lebih lanjut, peletakan batu pertama ini bukan sekadar penanda dimulainya sebuah konstruksi bangunan, melainkan sebuah fondasi bagi transformasi pelayanan kepolisian yang lebih modern, transparan, dan berpusat pada masyarakat. Ketika infrastruktur yang mumpuni dikawinkan dengan empati sosial yang tinggi, kehadiran institusi Polri di Bumi Sriwijaya dipastikan akan semakin mengakar dan dirasakan manfaat nyatanya oleh seluruh lapisan masyarakat.

  • Polda dan Pemprov Sumsel Perkuat Sinergi Bangun Gedung BPKB Prototype Dengan Konsep Modern

    Polda dan Pemprov Sumsel Perkuat Sinergi Bangun Gedung BPKB Prototype Dengan Konsep Modern

     

    Jakarta – Polda Sumatera Selatan (Sumsel) mengadakan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Gedung Pelayanan BPKB Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel.
    Pembangunan gedung ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan pelayanan administrasi kendaraan bermotor yang lebih modern, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, sekaligus mendukung penguatan sistem penegakan hukum berbasis elektronik di Indonesia.

    Acara ini turut dilengkapi dengan penyerahan secara simbolis sertifikat tanah hibah seluas 1,2 hektare dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel kepada Kapolda Sumsel, Irjen Pol. Sandi Nugroho. Gedung Pelayanan BPKB ini akan dibangun dengan total luas bangunan seluas 1.844 meter persegi, yang ditargetkan rampung pada 10 Desember 2026.

    Mewakili Gubernur Sumsel Herman Deru, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel, Edward Candra yang hadir langsung bersama jajaran Forkopimda dan tokoh agama, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif kolaboratif ini.

    “Penyerahan sertifikat hibah lahan seluas 1,2 hektare ini merupakan wujud komitmen dan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terhadap kinerja kepolisian. Kami menaruh harapan besar, berdirinya Gedung Pelayanan BPKB Prototype ini nantinya tidak hanya mempercepat dan mempermudah proses birokrasi, tetapi juga memberikan kenyamanan maksimal bagi masyarakat Sumatera Selatan yang mengurus administrasi kendaraannya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (7/8/2026).

    Komitmen tegak lurus antara pembangunan fasilitas dan pelayanan yang merakyat ini ditegaskan kembali oleh Kabidhumas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mumin Wiajaya.

    “Sesuai dengan arahan Bapak Kapolda, pembangunan fasilitas fisik yang megah ini harus berbanding lurus dengan peningkatan kualitas empati dan pengabdian kita. Pembagian bantuan sosial hari ini adalah pesan moral yang kuat bahwa di balik inovasi sistem pengarsipan dan modernisasi gedung yang kita bangun, tugas sejati Polri adalah menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan yang selalu hadir menjawab kesulitan warga,” katanya.

    Acara ini juga diselingi penyerahan bantuan sosial dalam 20 buah boks kontainer dari Polri yang menyasar masyarakat kurang mampu. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada enam tokoh masyarakat.

    Selain itu, inovasi mobilitas layanan juga ditunjukkan melalui pemberian kendaraan operasional dari Dirlantas Polda Sumsel kepada Satlantas Polrestabes Palembang.

    Lebih lanjut, peletakan batu pertama ini bukan sekadar penanda dimulainya sebuah konstruksi bangunan, melainkan sebuah fondasi bagi transformasi pelayanan kepolisian yang lebih modern, transparan, dan berpusat pada masyarakat. Ketika infrastruktur yang mumpuni dikawinkan dengan empati sosial yang tinggi, kehadiran institusi Polri di Bumi Sriwijaya dipastikan akan semakin mengakar dan dirasakan manfaat nyatanya oleh seluruh lapisan masyarakat.

  • Terima Hibah Lahan 1,2 Hektare, Polda Sumsel Bangun Gedung Layanan BPKB

    Terima Hibah Lahan 1,2 Hektare, Polda Sumsel Bangun Gedung Layanan BPKB

    Jakarta – Polda Sumatera Selatan (Sumsel) mengadakan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Gedung Pelayanan BPKB Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel.
    Pembangunan gedung ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan pelayanan administrasi kendaraan bermotor yang lebih modern, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, sekaligus mendukung penguatan sistem penegakan hukum berbasis elektronik di Indonesia.

    Acara ini turut dilengkapi dengan penyerahan secara simbolis sertifikat tanah hibah seluas 1,2 hektare dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel kepada Kapolda Sumsel, Irjen Pol. Sandi Nugroho. Gedung Pelayanan BPKB ini akan dibangun dengan total luas bangunan seluas 1.844 meter persegi, yang ditargetkan rampung pada 10 Desember 2026.

    Mewakili Gubernur Sumsel Herman Deru, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel, Edward Candra yang hadir langsung bersama jajaran Forkopimda dan tokoh agama, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif kolaboratif ini.

    “Penyerahan sertifikat hibah lahan seluas 1,2 hektare ini merupakan wujud komitmen dan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terhadap kinerja kepolisian. Kami menaruh harapan besar, berdirinya Gedung Pelayanan BPKB Prototype ini nantinya tidak hanya mempercepat dan mempermudah proses birokrasi, tetapi juga memberikan kenyamanan maksimal bagi masyarakat Sumatera Selatan yang mengurus administrasi kendaraannya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (7/8/2026).

    Komitmen tegak lurus antara pembangunan fasilitas dan pelayanan yang merakyat ini ditegaskan kembali oleh Kabidhumas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mumin Wiajaya.

    “Sesuai dengan arahan Bapak Kapolda, pembangunan fasilitas fisik yang megah ini harus berbanding lurus dengan peningkatan kualitas empati dan pengabdian kita. Pembagian bantuan sosial hari ini adalah pesan moral yang kuat bahwa di balik inovasi sistem pengarsipan dan modernisasi gedung yang kita bangun, tugas sejati Polri adalah menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan yang selalu hadir menjawab kesulitan warga,” katanya.

    Acara ini juga diselingi penyerahan bantuan sosial dalam 20 buah boks kontainer dari Polri yang menyasar masyarakat kurang mampu. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada enam tokoh masyarakat.

    Selain itu, inovasi mobilitas layanan juga ditunjukkan melalui pemberian kendaraan operasional dari Dirlantas Polda Sumsel kepada Satlantas Polrestabes Palembang.

    Lebih lanjut, peletakan batu pertama ini bukan sekadar penanda dimulainya sebuah konstruksi bangunan, melainkan sebuah fondasi bagi transformasi pelayanan kepolisian yang lebih modern, transparan, dan berpusat pada masyarakat. Ketika infrastruktur yang mumpuni dikawinkan dengan empati sosial yang tinggi, kehadiran institusi Polri di Bumi Sriwijaya dipastikan akan semakin mengakar dan dirasakan manfaat nyatanya oleh seluruh lapisan masyarakat.

  • Kapolda Sumsel Perkuat Literasi AI, 159 Personel Disiapkan Edukasi Pelajar

    Kapolda Sumsel Perkuat Literasi AI, 159 Personel Disiapkan Edukasi Pelajar

    Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Sandi Nugroho membuka kegiatan Training of Trainer (ToT) Program Paham AI yang bertujuan menyiapkan personel Polri sebagai edukator untuk memberikan pemahaman pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) secara aman dan bertanggung jawab kepada pelajar, dilansir dari Detikcom.

    Pelatihan ini diikuti 159 personel Polri dari berbagai fungsi seperti Reskrim, Lantas, Humas, dan Binmas, berlangsung di Auditorium Lantai 7 Gedung Presisi Mapolda Sumsel.

     

    Kapolda Sumsel menjelaskan perkembangan teknologi AI membawa manfaat besar di bidang pendidikan, namun juga menimbulkan tantangan seperti penyebaran hoaks, penipuan digital, dan ancaman kejahatan siber yang harus diwaspadai generasi muda.

    “Penegakan hukum memang penting, tetapi mencegah masyarakat menjadi korban kejahatan siber adalah tugas mulia yang jauh lebih utama,” ujar Sandi Nugroho.

    Dia menegaskan bahwa Program Paham AI membutuhkan kolaborasi lintas fungsi Polri, di mana fungsi Reskrim fokus pada edukasi hukum siber, Lalu Lintas pada etika dan tanggung jawab digital, sedangkan Binmas dan Humas menjadi ujung tombak penyampaian materi kepada pelajar.

    Sandi juga menekankan pentingnya sinergi dengan Dinas Pendidikan dan sekolah agar edukasi AI dapat menjangkau seluruh pelajar di Sumatera Selatan.

    “Kita tidak bisa bekerja layaknya seorang Superman, tetapi harus membentuk sebuah super team. Para peserta harus mampu membawa wajah Polri yang humanis, cerdas, dan dekat dengan masyarakat,” tegasnya.

    Selama pelatihan, peserta mendapat materi pengenalan AI, penggunaan AI prompts, etika pemanfaatan AI, penanggulangan hoaks, serta praktik penggunaan platform Senopati dan simulasi penyampaian materi kepada pelajar.

     

     

    Materi pelatihan disampaikan oleh narasumber dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan dan pejabat dari Polda Sumsel, antara lain Muhammad Nuril Yunus, AKBP Dudi Novery, AKBP Suparlan, dan Kompol Muhammad Firmansyah.

    Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya menyatakan hasil pelatihan diharapkan dapat diteruskan ke edukasi yang mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan pelajar.

    “Peserta tidak hanya dituntut memahami teknologi AI, tetapi juga harus mampu menyampaikan materi dengan bahasa yang sederhana dan relevan. Edukasi ini penting agar generasi muda dapat memanfaatkan AI secara bijak, menjaga data pribadi, mengenali hoaks dan modus kejahatan digital, serta memahami bahwa setiap aktivitas di ruang siber memiliki aturan dan konsekuensi hukum,” pungkasnya.

    Melalui Program Paham AI, Polda Sumatera Selatan berharap memperkuat upaya pencegahan kejahatan digital dengan membangun jejaring edukator di tingkat kewilayahan dan meningkatkan literasi digital generasi muda secara positif dan bertanggung jawab.

  • Kapolda Sumsel Buka Pelatihan Edukator AI untuk Pelajar

    Kapolda Sumsel Buka Pelatihan Edukator AI untuk Pelajar

    Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Sandi Nugroho membuka kegiatan Training of Trainer (ToT) Program Paham AI yang bertujuan menyiapkan personel Polri sebagai edukator untuk memberikan pemahaman pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) secara aman dan bertanggung jawab kepada pelajar, dilansir dari Detikcom.

    Pelatihan ini diikuti 159 personel Polri dari berbagai fungsi seperti Reskrim, Lantas, Humas, dan Binmas, berlangsung di Auditorium Lantai 7 Gedung Presisi Mapolda Sumsel.

    Kapolda Sumsel menjelaskan perkembangan teknologi AI membawa manfaat besar di bidang pendidikan, namun juga menimbulkan tantangan seperti penyebaran hoaks, penipuan digital, dan ancaman kejahatan siber yang harus diwaspadai generasi muda.

    “Penegakan hukum memang penting, tetapi mencegah masyarakat menjadi korban kejahatan siber adalah tugas mulia yang jauh lebih utama,” ujar Sandi Nugroho.

    Dia menegaskan bahwa Program Paham AI membutuhkan kolaborasi lintas fungsi Polri, di mana fungsi Reskrim fokus pada edukasi hukum siber, Lalu Lintas pada etika dan tanggung jawab digital, sedangkan Binmas dan Humas menjadi ujung tombak penyampaian materi kepada pelajar.

    Sandi juga menekankan pentingnya sinergi dengan Dinas Pendidikan dan sekolah agar edukasi AI dapat menjangkau seluruh pelajar di Sumatera Selatan.

    “Kita tidak bisa bekerja layaknya seorang Superman, tetapi harus membentuk sebuah super team. Para peserta harus mampu membawa wajah Polri yang humanis, cerdas, dan dekat dengan masyarakat,” tegasnya.

    Selama pelatihan, peserta mendapat materi pengenalan AI, penggunaan AI prompts, etika pemanfaatan AI, penanggulangan hoaks, serta praktik penggunaan platform Senopati dan simulasi penyampaian materi kepada pelajar.

    Materi pelatihan disampaikan oleh narasumber dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan dan pejabat dari Polda Sumsel, antara lain Muhammad Nuril Yunus, AKBP Dudi Novery, AKBP Suparlan, dan Kompol Muhammad Firmansyah.

    Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya menyatakan hasil pelatihan diharapkan dapat diteruskan ke edukasi yang mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan pelajar.

    “Peserta tidak hanya dituntut memahami teknologi AI, tetapi juga harus mampu menyampaikan materi dengan bahasa yang sederhana dan relevan. Edukasi ini penting agar generasi muda dapat memanfaatkan AI secara bijak, menjaga data pribadi, mengenali hoaks dan modus kejahatan digital, serta memahami bahwa setiap aktivitas di ruang siber memiliki aturan dan konsekuensi hukum,” pungkasnya.

    Melalui Program Paham AI, Polda Sumatera Selatan berharap memperkuat upaya pencegahan kejahatan digital dengan membangun jejaring edukator di tingkat kewilayahan dan meningkatkan literasi digital generasi muda secara positif dan bertanggung jawab.

  • Kapolda Sumsel Buka Pelatihan Edukator AI untuk Pelajar

    Kapolda Sumsel Buka Pelatihan Edukator AI untuk Pelajar

    Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Sandi Nugroho membuka kegiatan Training of Trainer (ToT) Program Paham AI yang bertujuan menyiapkan personel Polri sebagai edukator untuk memberikan pemahaman pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) secara aman dan bertanggung jawab kepada pelajar, dilansir dari Detikcom.

    Pelatihan ini diikuti 159 personel Polri dari berbagai fungsi seperti Reskrim, Lantas, Humas, dan Binmas, berlangsung di Auditorium Lantai 7 Gedung Presisi Mapolda Sumsel.

    Kapolda Sumsel menjelaskan perkembangan teknologi AI membawa manfaat besar di bidang pendidikan, namun juga menimbulkan tantangan seperti penyebaran hoaks, penipuan digital, dan ancaman kejahatan siber yang harus diwaspadai generasi muda.

    “Penegakan hukum memang penting, tetapi mencegah masyarakat menjadi korban kejahatan siber adalah tugas mulia yang jauh lebih utama,” ujar Sandi Nugroho.

    Dia menegaskan bahwa Program Paham AI membutuhkan kolaborasi lintas fungsi Polri, di mana fungsi Reskrim fokus pada edukasi hukum siber, Lalu Lintas pada etika dan tanggung jawab digital, sedangkan Binmas dan Humas menjadi ujung tombak penyampaian materi kepada pelajar.

    Sandi juga menekankan pentingnya sinergi dengan Dinas Pendidikan dan sekolah agar edukasi AI dapat menjangkau seluruh pelajar di Sumatera Selatan.

    “Kita tidak bisa bekerja layaknya seorang Superman, tetapi harus membentuk sebuah super team. Para peserta harus mampu membawa wajah Polri yang humanis, cerdas, dan dekat dengan masyarakat,” tegasnya.

    Selama pelatihan, peserta mendapat materi pengenalan AI, penggunaan AI prompts, etika pemanfaatan AI, penanggulangan hoaks, serta praktik penggunaan platform Senopati dan simulasi penyampaian materi kepada pelajar.

    Materi pelatihan disampaikan oleh narasumber dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan dan pejabat dari Polda Sumsel, antara lain Muhammad Nuril Yunus, AKBP Dudi Novery, AKBP Suparlan, dan Kompol Muhammad Firmansyah.

    Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya menyatakan hasil pelatihan diharapkan dapat diteruskan ke edukasi yang mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan pelajar.

    “Peserta tidak hanya dituntut memahami teknologi AI, tetapi juga harus mampu menyampaikan materi dengan bahasa yang sederhana dan relevan. Edukasi ini penting agar generasi muda dapat memanfaatkan AI secara bijak, menjaga data pribadi, mengenali hoaks dan modus kejahatan digital, serta memahami bahwa setiap aktivitas di ruang siber memiliki aturan dan konsekuensi hukum,” pungkasnya.

    Melalui Program Paham AI, Polda Sumatera Selatan berharap memperkuat upaya pencegahan kejahatan digital dengan membangun jejaring edukator di tingkat kewilayahan dan meningkatkan literasi digital generasi muda secara positif dan bertanggung jawab.

  • Helikopter Ditpolairud Polda Sulut Sisir Gunung Soputan, Pastikan Tak Ada Lagi Titik Api

    Helikopter Ditpolairud Polda Sulut Sisir Gunung Soputan, Pastikan Tak Ada Lagi Titik Api

    Sulut – Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara mengerahkan Helikopter Polisi P-3002 untuk melakukan pemantauan udara terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Soputan, Selasa (4/8/2026). Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan kebakaran sekaligus memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

    Pemantauan udara dipimpin langsung Karo Ops Polda Sulut Kombes Pol Ferry Raimond Ukoli, didampingi Direktur Polairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, Direktur Samapta Kombes Pol. Mohamad Zamroni, serta Dansat Brimob Kombes Pol Robby M. Samban.

    Helikopter P-3002 lepas landas dari Bandara Internasional Sam Ratulangi pukul 15.07 WITA dengan kru yang terdiri dari Kompol M. Nur sebagai pilot, Ipda Surya sebagai co-pilot, Aiptu Mivi selaku mekanik, Bripda Akbar sebagai helper, dan Ipda Bilal Khatami sebagai Flight Operation Officer (FOO).

    Dari hasil pemantauan udara, tim masih menemukan sejumlah titik yang mengeluarkan kepulan asap di sekitar lereng Gunung Soputan. Meski demikian, sebagian besar area yang sebelumnya terbakar telah berhasil dipadamkan melalui kerja sama TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara, dan unsur terkait lainnya.

    Helikopter kemudian kembali mendarat dengan selamat di Bandara Sam Ratulangi pukul 16.17 WITA setelah berhasil mengumpulkan data visual sebagai bahan evaluasi dan penentuan langkah penanganan lanjutan.

    Karo Ops Polda Sulut Kombes Pol Ferry Raimond Ukoli menjelaskan, peninjauan udara dilakukan atas instruksi Kapolda Sulut untuk memastikan proses pemadaman telah berjalan optimal.

    “Dalam peninjauan ini kami memastikan lahan yang sebelumnya dipadamkan benar-benar aman dan tidak terdapat titik panas yang dapat memicu kebakaran kembali,” ujarnya.

    Ia menambahkan, jajaran Polres Minahasa Tenggara telah diperintahkan terus berkoordinasi dengan TNI dan pemerintah daerah untuk melakukan pendinginan lahan serta mengantisipasi munculnya titik api baru.

    Polda Sulut juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta tetap menggunakan masker apabila kualitas udara menurun akibat sisa asap kebakaran.

  • Helikopter Polri Pantau Karhutla Gunung Soputan, Polda Sulut Pastikan Titik Api Padam

    Helikopter Polri Pantau Karhutla Gunung Soputan, Polda Sulut Pastikan Titik Api Padam

    Sulut – Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara mengerahkan Helikopter Polisi P-3002 untuk melakukan pemantauan udara terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Soputan, Selasa (4/8/2026). Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan kebakaran sekaligus memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

    Pemantauan udara dipimpin langsung Karo Ops Polda Sulut Kombes Pol Ferry Raimond Ukoli, didampingi Direktur Polairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, Direktur Samapta Kombes Pol. Mohamad Zamroni, serta Dansat Brimob Kombes Pol Robby M. Samban.

    Helikopter P-3002 lepas landas dari Bandara Internasional Sam Ratulangi pukul 15.07 WITA dengan kru yang terdiri dari Kompol M. Nur sebagai pilot, Ipda Surya sebagai co-pilot, Aiptu Mivi selaku mekanik, Bripda Akbar sebagai helper, dan Ipda Bilal Khatami sebagai Flight Operation Officer (FOO).

    Dari hasil pemantauan udara, tim masih menemukan sejumlah titik yang mengeluarkan kepulan asap di sekitar lereng Gunung Soputan. Meski demikian, sebagian besar area yang sebelumnya terbakar telah berhasil dipadamkan melalui kerja sama TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara, dan unsur terkait lainnya.

    Helikopter kemudian kembali mendarat dengan selamat di Bandara Sam Ratulangi pukul 16.17 WITA setelah berhasil mengumpulkan data visual sebagai bahan evaluasi dan penentuan langkah penanganan lanjutan.

    Karo Ops Polda Sulut Kombes Pol Ferry Raimond Ukoli menjelaskan, peninjauan udara dilakukan atas instruksi Kapolda Sulut untuk memastikan proses pemadaman telah berjalan optimal.

    “Dalam peninjauan ini kami memastikan lahan yang sebelumnya dipadamkan benar-benar aman dan tidak terdapat titik panas yang dapat memicu kebakaran kembali,” ujarnya.

    Ia menambahkan, jajaran Polres Minahasa Tenggara telah diperintahkan terus berkoordinasi dengan TNI dan pemerintah daerah untuk melakukan pendinginan lahan serta mengantisipasi munculnya titik api baru.

    Polda Sulut juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta tetap menggunakan masker apabila kualitas udara menurun akibat sisa asap kebakaran.